Mama minta Pulsa

Anda pernah menerima SMS yang memanggil Anda mama dan meminta pulsa? Bukan Anda saja, kok! Rasanya nyaris semua orang pernah menerima SMS yang sama, termasuk saya dan teman-teman saya.

Saking maraknya penipuan lewat SMS bertema mama minta pulsa, SMS ini langsung terkenal, dijadikan banyolan di televisi, hingga dijadikan judul film horor. Sejak tanggal 21 Juni 2012, di bioskop Indonesia, Mak Lampir – si nenek hantu periang yang gemar tertawa cekikikan- tengah bergentayangan melalui film Mama Minta Pulsa. Minta pulsanya disertai ancaman : “Mama minta pulsa. Kalau tidak dikasih, mama minta nyawa!”

Penipuan lewat telepon dan SMS, memang tengah marak. Bermacam-macam modus yang digunakan. Beberapa waktu lalu, seorang rekan saya mengalami penipuan lewat telepon. Ia mendapat telepon yang mengaku dari kepolisian, memintanya agar mematikan semua telepon selulernya selama 1 X 24 jam, dengan alasan penyelidikan kasus narkoba yang melibatkan teman dari rekan saya ini. Dasar teman saya lugu, ia patuh tanpa banyak bertanya atau menaruh curiga. Ia pun mematikan ponselnya selama sehari.

Tak lama kemudian, ibunya di kampung menerima telepon yang mengaku dari kepolisian, mengatakan bahwa anak kesayangannya (menyebut nama anaknya dengan benar) mengalami kecelakaan parah, tengah kritis di sebuah rumah sakit. Si Ibu diminta mentransfer sejumlah uang untuk biaya pengobatan. Si Ibu berkali-kali mencoba menelepon anaknya, tapi ponselnya tak aktif. Si Ibu panik dan ketakutan, memberikan nomor telepon saudaranya di Jakarta, meminta Si Penelepon menghubungi saudaranya, karena si saudara yang akan mengurus.

Si Penelepon lantas menghubungi saudara Si Ibu, menyuruhnya mematikan ponsel 1 X 24 jam, karena menyangkut penyelidikan kepolisian. Si Saudara menolak mematikan ponsel. Ia curiga, lalu bertanya ini dan itu. Mendadak Si Penelepon mematikan sambungan, lalu tak bisa dihubungi kembali. Si Saudara yang curiga, mencari rekan saya, dan mendapati rekan saya dalam keadaan segar-bugar. Habislah rekan saya diomeli sana-sini. Membuat keluarga besarnya jantungan.

Bermacam-macam modus operandi yang digunakan para penipu ini. Bagi Anda yang memiliki anak usia sekolah juga harus waspada. Ada seorang rekan menerima telepon dari seseorang yang mengaku dari sekolah anaknya. Si Penelepon tahu persis nama orang tua dan anak, serta alamatnya, hingga rekan saya hampir tertipu. Anaknya dikabarkan mengalami kecelakaan dan berada di rumah sakit. Ujung-ujungnya, rekan ini diminta mengirim sejumlah uang. Meski panik, tapi ia menolak, lalu buru-buru datang sendiri ke sekolah anaknya. Ia mendapati anaknya dalam keadaan segar-bugar.

Selain dua kasus di atas, saya pribadi juga sudah bosan menerima SMS yang meminta transfer pulsa atau uang. Berikut adalah beberapa SMS penipuan yang kerap saya terima :

Sayang beli’in dulu pulsa 10rb,di nmr ini,082191285***,nanti aq yg tlpn km, ini aq pke hp tmn,skrng yach!
Sender : 082197026***

Uangnya di transfer aja ke Bank BRI a/n : Ind** ********** No. Rek : 7424-01-000-***-***. Kalau sdh ditransfer, SMS aja ya!
Sender : 081932374***

Ma,beliin dlu pulsa AS 20rb di no 085219278*** PENTING.
Sender : 081998127***

Sebenarnya bukan hanya tiga SMS yang saya terima, tapi banyak. Rata-rata isinya senada, hanya ada sedikit variasi, misal : mama diganti papa, mama sedang di kantor polisi dan butuh pulsa, atau sama-sama harus mentransfer uang tapi ke orang yang berbeda.

Sebenarnya tak terlalu sulit mengenali modus penipuan seperti di atas. Ada satu benang merah yang bisa Anda kenali, mereka akan meminta Anda mengirim sesuatu, entah pulsa atau uang.

Jadi, wapadalah! Di zaman susah begini, banyak orang-orang yang tega menipu sesamanya, bahkan demi pulsa sepuluh ribu rupiah. Sungguh terlalu!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s